Bayi Belum Bisa Mengunyah? Ini Penyebab dan Solusinya
Penyebab bayi langsung menelan tanpa mengunyah dan cara melatih kemampuan mengunyah secara bertahap dan menyenangkan.

"Makanannya langsung ditelan tanpa dikunyah." "Hanya mau yang lembut, jadi teksturnya tidak bisa dinaikkan." "Sudah lewat 1 tahun, tapi masih hanya mau puree."
Keluhan ini sering terdengar sejak sekitar usia 9 bulan. Tapi kemampuan mengunyah bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba — ia dilatih bertahap. Tidak perlu panik; mari mulai dengan memeriksa kondisinya saat ini.
Kapan dan Bagaimana Kemampuan Mengunyah Tumbuh?
Gerakan mengunyah terbentuk dari kerja sama otot-otot di sekitar mulut — rahang, lidah, pipi, dan bibir. Kemampuan ini disebut oral motor, dan menjadi dasar bagi dua hal sekaligus: kemampuan makan dan kemampuan berbicara.
Berikut patokan perkembangannya per usia.
| Usia | Patokan perkembangan mengunyah |
|---|---|
| 6–7 bulan | Menggerakkan lidah maju-mundur untuk menelan. Gerakan melumat dengan gusi mulai muncul |
| 7–9 bulan | Rahang mulai stabil, lidah bergerak ke kiri-kanan memindahkan makanan |
| 9–12 bulan | Gerakan melumat naik-turun dengan gusi berkembang. Cara mengunyahnya mulai memutar |
| 12–18 bulan | Menggigit dengan gigi depan, melumat dengan gusi belakang |
| 16–36 bulan | Mengunyah dengan mulut tertutup, kemampuan menghancurkan bahan yang lebih keras tumbuh |
⚠️ Bila setelah 18 bulan si Kecil masih hanya bisa makan yang lembut, atau setelah 2 tahun masih sulit menerima makanan keluarga, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Mengapa Ia Tidak Mengunyah? Penyebab Utamanya
① Terlambat menaikkan tekstur
Kemampuan mengunyah tumbuh melalui "latihan". Bila di usia 9–11 bulan ia belum pernah merasakan makanan cincang, otot di sekitar mulutnya tidak berkembang cukup, sehingga hanya bisa menerima yang lembut.
"Khawatir dia tidak makan, jadi terus saya beri puree" — ini salah satu penyebab yang paling sering ditemukan.
② Bahan terlalu kecil atau terlalu lembut
Bila bahan dicincang terlalu halus, atau direbus sampai terlalu lembek, si Kecil akan langsung menelannya tanpa mengunyah. Yang penting adalah ukuran dan kekerasan yang pas untuk memancing gerakan mengunyah secara alami.
③ Otot sekitar mulut masih lemah (perkembangan oral motor lambat)
Kekuatan dan koordinasi rahang, lidah, serta pipi berbeda-beda pada setiap anak. Ini terutama terjadi bila kenaikan tekstur MPASI terlambat, atau bila rangsangan pada mulut di luar waktu makan sangat sedikit.
④ Sensitivitas sensorik
Ada kalanya mulut si Kecil menolak tekstur tertentu — kasar, berserat, atau berbutir. Memaksanya justru memperkuat penolakan, sehingga perlu disiasati dengan membiasakan sedikit demi sedikit.
Trik Memasak untuk Melatih Mengunyah
9–11 bulan: targetnya kekerasan yang bisa dilumat gusi
Patokan kekerasan: bisa hancur bila ditekan ringan dengan ibu jari dan telunjuk (setara pisang atau tahu).
- Rebus sayuran hingga bisa dihancurkan dengan jari, lalu potong sekitar 5 mm. ⚠️ Jangan dicincang terlalu halus — ia jadi tidak mengunyah
- Untuk daging dan ikan, naikkan bertahap dari cincang halus ke cincang kasar
- Memotong bentuk stik untuk digenggam sendiri juga efektif. Ini melatihnya menggigit dengan gigi depan
- Bahan yang gurih (ayam, ikan, jamur) mengeluarkan rasa saat dikunyah, sehingga ia terdorong mengunyah lebih banyak dengan sendirinya
1 tahun ke atas: menuju kekerasan setara bakso
Patokan kekerasan: bisa dilumat dengan gusi (setara bakso yang direbus).
- Dengan ukuran yang tidak habis dalam sekali suap, gerakan menggigit dengan gigi depan muncul secara alami
- Sayuran berserat (wortel, lobak) sangat cocok untuk latihan mengunyah
- Untuk bahan yang mudah menjadi terlalu lembek, persingkat waktu memasaknya. Angkat sebelum hancur agar teksturnya tetap terasa
- Membalurkan tepung terigu atau maizena lalu memanggangnya menciptakan tekstur di permukaan yang membuatnya lebih mudah dikunyah
Untuk anak yang sensitif terhadap tekstur
- Perkenalkan tekstur baru dengan mencampurnya sedikit demi sedikit ke bahan kesukaannya
- Bahan yang kasar kadang lebih mudah diterima bila dibalut saus atau dibuat kental
- Bila ia tidak suka sayuran berserat, mulailah dari memarutnya dan mencampurkannya ke dalam masakan
Latihan Mengunyah di Luar Waktu Makan
Kemampuan mengunyah bisa ditumbuhkan bukan hanya di meja makan, tapi juga lewat bermain.
Sekitar 9–12 bulan (sambil mewaspadai tersedak):
- Minum dengan sedotan — gerakan menyedot melatih otot lidah dan bibir. Mulai dengan sedotan yang agak besar, dan jangan tinggalkan tanpa pengawasan
- Menggigit teether — merangsang otot di sekitar mulut. Pilih bahan yang aman
- Bernyanyi dan mengajaknya bersuara — permainan bunyi seperti "aaa" dan "iii" mengaktifkan gerakan mulut
Setelah 1,5 tahun (bila gerakan mulutnya sudah stabil):
- Meniup gelembung sabun — gerakan membulatkan bibir dan mengatur napas melatih area mulut. ⚠️ Waspadai cairan tertelan, dan selalu dampingi
- Permainan meniup (balon kertas, meniup tisu) — mengontrol napas membantu kestabilan rahang
Cara mengajak bicara:
- Ajak dengan lembut saat makan: "Ayo dikunyah ya", "Coba dikunyah dulu"
- Nikmati bunyi mengunyahnya: "Wah, bunyinya enak sekali"
- Perhatikan apakah pipinya bergerak. Bila iya, puji dia: "Pintar sekali mengunyahnya!"
Kapan Perlu ke Profesional?
Bila cara-cara sehari-hari tidak membawa perbaikan, atau muncul tanda-tanda berikut, pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter anak, terapis wicara, atau terapis okupasi.
- Setelah 18 bulan masih hanya bisa makan puree atau makanan saring
- Sering tersedak atau muntah setiap kali makan
- Sangat menolak setiap kali makanan masuk ke mulut (kemungkinan sensitivitas sensorik)
- Perkembangan bicaranya terlambat (kemampuan mengunyah dan kemampuan berbicara sangat berkaitan)
Keterlambatan perkembangan kemampuan mengunyah pada umumnya bisa diperbaiki dengan pendampingan yang tepat. Dengan berkonsultasi lebih awal, waktu makan pun akan kembali menyenangkan bagi si Kecil.
---
📖 Tekstur Makanan Bayi Sesuai Umur 📖 MPASI 9–11 Bulan: Tekstur Cincang & Menu Lengkap 📖 Bayi Tidak Mau Makan (GTM): Penyebab dan Cara Mengatasinya
Referensi
- IDAI. Kemampuan Motor Bayi Terkait dengan Keterampilan Kemampuan Makan; 2015.
- UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2018.
- WHO. Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. Geneva: WHO; 2023.
- FK UI. Yuk, Latih Oromotor Bayi agar Ia Terampil Makan. Info Sehat FKUI; 2021.
Resep yang Cocok





