BerandaArtikel › Bayi Belum Bisa Mengunyah? Ini Penyebab dan Solusinya

Bayi Belum Bisa Mengunyah? Ini Penyebab dan Solusinya

⏱ 5 menit baca

Penyebab bayi langsung menelan tanpa mengunyah dan cara melatih kemampuan mengunyah secara bertahap dan menyenangkan.

Bayi Belum Bisa Mengunyah? Ini Penyebab dan Solusinya

"Makanannya langsung ditelan tanpa dikunyah." "Hanya mau yang lembut, jadi teksturnya tidak bisa dinaikkan." "Sudah lewat 1 tahun, tapi masih hanya mau puree."

Keluhan ini sering terdengar sejak sekitar usia 9 bulan. Tapi kemampuan mengunyah bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba — ia dilatih bertahap. Tidak perlu panik; mari mulai dengan memeriksa kondisinya saat ini.

Kapan dan Bagaimana Kemampuan Mengunyah Tumbuh?

Gerakan mengunyah terbentuk dari kerja sama otot-otot di sekitar mulut — rahang, lidah, pipi, dan bibir. Kemampuan ini disebut oral motor, dan menjadi dasar bagi dua hal sekaligus: kemampuan makan dan kemampuan berbicara.

Berikut patokan perkembangannya per usia.

UsiaPatokan perkembangan mengunyah
6–7 bulanMenggerakkan lidah maju-mundur untuk menelan. Gerakan melumat dengan gusi mulai muncul
7–9 bulanRahang mulai stabil, lidah bergerak ke kiri-kanan memindahkan makanan
9–12 bulanGerakan melumat naik-turun dengan gusi berkembang. Cara mengunyahnya mulai memutar
12–18 bulanMenggigit dengan gigi depan, melumat dengan gusi belakang
16–36 bulanMengunyah dengan mulut tertutup, kemampuan menghancurkan bahan yang lebih keras tumbuh

⚠️ Bila setelah 18 bulan si Kecil masih hanya bisa makan yang lembut, atau setelah 2 tahun masih sulit menerima makanan keluarga, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Mengapa Ia Tidak Mengunyah? Penyebab Utamanya

① Terlambat menaikkan tekstur

Kemampuan mengunyah tumbuh melalui "latihan". Bila di usia 9–11 bulan ia belum pernah merasakan makanan cincang, otot di sekitar mulutnya tidak berkembang cukup, sehingga hanya bisa menerima yang lembut.

"Khawatir dia tidak makan, jadi terus saya beri puree" — ini salah satu penyebab yang paling sering ditemukan.

② Bahan terlalu kecil atau terlalu lembut

Bila bahan dicincang terlalu halus, atau direbus sampai terlalu lembek, si Kecil akan langsung menelannya tanpa mengunyah. Yang penting adalah ukuran dan kekerasan yang pas untuk memancing gerakan mengunyah secara alami.

③ Otot sekitar mulut masih lemah (perkembangan oral motor lambat)

Kekuatan dan koordinasi rahang, lidah, serta pipi berbeda-beda pada setiap anak. Ini terutama terjadi bila kenaikan tekstur MPASI terlambat, atau bila rangsangan pada mulut di luar waktu makan sangat sedikit.

④ Sensitivitas sensorik

Ada kalanya mulut si Kecil menolak tekstur tertentu — kasar, berserat, atau berbutir. Memaksanya justru memperkuat penolakan, sehingga perlu disiasati dengan membiasakan sedikit demi sedikit.

Trik Memasak untuk Melatih Mengunyah

9–11 bulan: targetnya kekerasan yang bisa dilumat gusi

Patokan kekerasan: bisa hancur bila ditekan ringan dengan ibu jari dan telunjuk (setara pisang atau tahu).

1 tahun ke atas: menuju kekerasan setara bakso

Patokan kekerasan: bisa dilumat dengan gusi (setara bakso yang direbus).

Untuk anak yang sensitif terhadap tekstur

Latihan Mengunyah di Luar Waktu Makan

Kemampuan mengunyah bisa ditumbuhkan bukan hanya di meja makan, tapi juga lewat bermain.

Sekitar 9–12 bulan (sambil mewaspadai tersedak):

Setelah 1,5 tahun (bila gerakan mulutnya sudah stabil):

Cara mengajak bicara:

Kapan Perlu ke Profesional?

Bila cara-cara sehari-hari tidak membawa perbaikan, atau muncul tanda-tanda berikut, pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter anak, terapis wicara, atau terapis okupasi.

Keterlambatan perkembangan kemampuan mengunyah pada umumnya bisa diperbaiki dengan pendampingan yang tepat. Dengan berkonsultasi lebih awal, waktu makan pun akan kembali menyenangkan bagi si Kecil.

---

📖 Tekstur Makanan Bayi Sesuai Umur 📖 MPASI 9–11 Bulan: Tekstur Cincang & Menu Lengkap 📖 Bayi Tidak Mau Makan (GTM): Penyebab dan Cara Mengatasinya

Referensi

  1. IDAI. Kemampuan Motor Bayi Terkait dengan Keterampilan Kemampuan Makan; 2015.
  2. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2018.
  3. WHO. Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. Geneva: WHO; 2023.
  4. FK UI. Yuk, Latih Oromotor Bayi agar Ia Terampil Makan. Info Sehat FKUI; 2021.

Baca di Nikomogu →

Resep yang Cocok

Artikel Terkait