BerandaArtikel › Bayi Tidak Mau Makan (GTM): Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bayi Tidak Mau Makan (GTM): Penyebab dan Cara Mengatasinya

MPASI⏱ 7 menit baca

GTM (Gerakan Tutup Mulut) bukan berarti bayi nakal. Kenali 4 penyebab utamanya dan cara tepat mengatasinya.

Bayi Tidak Mau Makan (GTM): Penyebab dan Cara Mengatasinya

"Sudah susah payah dimasak, tapi mulutnya rapat dan wajahnya dipalingkan." "Baru lihat sendok saja sudah menangis." "Kemarin masih mau makan, kok tiba-tiba menolak?"

Pernah mengalaminya? Di Indonesia kondisi ini dikenal dengan istilah GTM (Gerakan Tutup Mulut) — salah satu keluhan yang paling sering dialami Mama selama masa MPASI dan makanan balita.

Tarik napas dulu. GTM bukan berarti si Kecil nakal, dan bukan pula karena masakan Mama tidak enak.

Apa Itu GTM?

GTM adalah istilah umum untuk perilaku menolak makan. Menutup mulut, memalingkan wajah, menepis sendok dengan tangan, menangis — semua itu adalah cara si Kecil menyampaikan keinginannya.

Panduan yang berlaku sangat menganjurkan untuk tidak memaksa anak makan. Semakin Mama panik dan merasa "harus dimakan", semakin si Kecil merasa waktu makan adalah sesuatu yang menegangkan.

GTM juga sama sekali bukan hal yang langka. Berbagai survei internasional menyebutkan bahwa 20–50% anak pernah mengalami fase menolak makan. Mama tidak sendirian.

4 Penyebab Utama GTM

① Kondisi tubuh sedang tidak nyaman

Demam, hidung tersumbat, nyeri karena gigi tumbuh, sariawan, atau sekadar mengantuk — semua bisa menurunkan nafsu makan. Bila ia tidak mau makan beberapa hari berturut-turut, periksa dulu kondisi tubuhnya.

② Perubahan nafsu makan yang wajar seiring pertumbuhan

Setelah usia 1 tahun, kecepatan pertumbuhan melambat sehingga kebutuhan energinya berkurang dan nafsu makannya menurun secara alami. Selain itu, keinginan untuk "menentukan sendiri" mulai tumbuh, dan menolak makanan menjadi salah satu bentuk menyatakan diri.

Selama berat badannya naik normal dan ia aktif bermain, Mama tidak perlu terlalu khawatir.

③ Tekstur, rasa, atau tampilan tidak cocok

Menu dan tekstur yang itu-itu saja setiap hari membuat si Kecil kehilangan minat. Tekstur yang tidak sesuai usianya — terlalu keras atau justru terlalu lembut — juga sering menjadi penyebab penolakan.

④ Cara memberi makan dan suasana makan

Penyebab GTM yang paling sering ditemukan justru bukan pada makanannya, melainkan pada cara dan suasana makan yang tidak sesuai usia.

Yang Perlu Dicoba Lebih Dulu: Bukan Masakannya

Sebelum mengubah isi makanan, tata dulu suasana di meja makan.

Cara Mengatasi GTM pada Bayi

Makan bersama sambil menunjukkan wajah menikmati Bayi belajar dengan meniru orang dewasa. Duduklah di meja yang sama dan tunjukkan bahwa Mama dan Papa menikmati makanannya.

Campurkan dengan bahan kesukaannya Padukan bahan yang ditolak dengan bahan favoritnya. Boleh dicampur agar tidak terlihat, atau cukup disajikan berdampingan.

Coba beralih ke finger food Bila ia tidak suka sendok, ubah bentuknya menjadi yang bisa digenggam dan biarkan ia makan sendiri. Rasa mampu mengendalikan sendiri sering kali mengurangi penolakannya.

Batasi waktu makan sekitar 30 menit Dengan adanya batas waktu, si Kecil belajar bahwa waktu makan itu terbatas.

Yang sebaiknya tidak dilakukan:

Hal-hal ini menimbulkan rasa takut terhadap waktu makan itu sendiri, dan justru membuatnya semakin sulit makan dalam jangka panjang.

Untuk Anak 1 Tahun ke Atas: Trik Mengatasi Pilih-Pilih Makanan

Setelah usia 1 tahun, jenis keluhannya berubah. Berikut trik memasak berdasarkan masalah yang sering muncul.

Untuk anak yang tidak suka sayur

Untuk anak yang tidak suka ikan

Untuk anak yang tidak suka daging

Menambah gizi lewat protein

Anak yang makannya sedikit atau tidak menentu hanya mendapat gizi terbatas dalam sekali makan. Siasati agar proteinnya tetap tercukupi meski porsinya kecil.

Menambah gizi lewat lemak dan produk susu

Justru untuk anak yang makannya sedikit, lemak dan produk susu sangat membantu karena bisa memberi kalori dan gizi dalam jumlah kecil.

Bentuk yang mudah digenggam mendorong makan sendiri

Ini masa ketika keinginan "mau makan sendiri" sedang tumbuh. Cukup dengan mengubah bentuknya agar mudah digenggam, semangat makannya bisa meningkat drastis.

Bahan Baru Perlu Dicoba 10–15 Kali

Meski sekali ditolak, jangan buru-buru menyimpulkan "anak ini tidak suka". Ada anak yang baru menerima bahan baru setelah dicoba 10–15 kali. Beri jeda beberapa hari, sajikan bersama bahan kesukaannya, atau ubah cara memasaknya, lalu lanjutkan perlahan.

Coba juga lihat isi makanannya dalam rentang satu minggu. Sering kali ternyata sudah cukup seimbang. Daripada memikirkan hari ini ia tidak makan, lihatlah gambaran besar minggu ini.

Kapan Perlu ke Dokter?

Meski GTM berlanjut, selama berat badannya naik dan ia tetap aktif, umumnya cukup diamati. Namun segera konsultasikan ke dokter atau ahli gizi bila:

---

📖 Tanda-Tanda Bayi Siap Memulai MPASI 📖 Tekstur Makanan Bayi Sesuai Umur 📖 Berat Badan Bayi Tidak Naik 📖 Porsi Makan Bayi Berdasarkan Usia

Referensi

  1. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2018.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Buku Resep Makanan Lokal untuk Bayi, Balita, dan Ibu Hamil; 2023.
  3. WHO. Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. Geneva: WHO; 2023.

Baca di Nikomogu →

Resep yang Cocok

Artikel Terkait