BerandaArtikel › Panduan MPASI 6 Bulan: Cara Memulai & Nutrisi yang Dibutuhkan

Panduan MPASI 6 Bulan: Cara Memulai & Nutrisi yang Dibutuhkan

⏱ 4 menit baca

Panduan lengkap MPASI 6 bulan: tekstur, porsi, jadwal makan, dan nutrisi penting yang dibutuhkan si Kecil di tahap pertama.

Panduan MPASI 6 Bulan: Cara Memulai & Nutrisi yang Dibutuhkan

"Akhirnya MPASI dimulai! …tapi harus mulai dari mana, ya?"

Wajar sekali kalau Mama merasa bingung di awal. Berapa banyak porsinya? Berapa kali sehari? Bahan apa saja yang sudah boleh diberikan?

Tenang, mari kita bahas satu per satu.

Tujuan MPASI di Usia 6 Bulan Adalah "Membiasakan Diri"

Di usia sekitar 6 bulan, tujuan utama MPASI bukanlah memenuhi kebutuhan gizi, melainkan membiasakan bayi dengan tekstur makanan dan cara menelannya.

Di tahap ini, sumber gizi utama masih ASI atau susu formula. MPASI hanya berperan sebagai pendamping. Jadi kalau si Kecil belum lancar makan, atau bahkan menolak sama sekali, Mama tidak perlu cemas. Memasukkan sesuatu ke dalam mulut adalah pengalaman yang benar-benar baru baginya.

Panduan Frekuensi, Porsi, dan Tekstur

Panduan
Frekuensi per hari2–3 kali makan + 1–2 kali camilan
Porsi sekali makanMulai 1 sendok, lalu 2–3 sendok → bertahap hingga 125 ml (setengah cangkir)
TeksturPuree halus / disaring
Energi dari MPASISekitar 200 kkal per hari (usia 6–8 bulan)

Pada 1–2 minggu pertama, cukup berikan 1 kali sehari dalam porsi kecil sambil mengamati reaksi si Kecil. Bila tidak ada masalah, frekuensi dan porsinya bisa ditambah secara bertahap.

MPASI diberikan sebelum menyusu. Beri jarak 3–4 jam dari waktu menyusu sebelumnya agar si Kecil lebih berselera. Usahakan jam makannya tetap sama setiap hari.

1

Mulai dari Bahan Apa?

Diawali dengan bubur beras, satu sendok saja (karbohidrat)

Bahan pertama sebaiknya bubur beras yang sangat encer — dibuat dari 40 g nasi matang dan 250 ml air, cukup untuk sekitar 7 porsi. Haluskan dan saring hingga benar-benar lembut, lalu berikan satu sendok teh.

Beras jarang memicu alergi dan mudah dicerna, sehingga hampir selalu direkomendasikan sebagai suapan pertama.

Sebaiknya dicoba pagi hari sebelum menyusu. Kalau sampai muncul reaksi alergi, Mama masih punya waktu untuk membawa si Kecil ke fasilitas kesehatan di siang hari.

Setelah terbiasa, kenalkan sayuran perlahan (vitamin & mineral)

Bila bayi sudah terbiasa dengan bubur, tambahkan sayuran berasa lembut satu per satu — wortel, labu kuning, ubi jalar, atau kentang.

Aturan pentingnya: satu bahan baru per hari, mulai dari satu sendok. Berikan bahan yang sama selama 2–3 hari untuk memastikan tidak ada alergi atau perubahan kondisi tubuh.

Protein boleh dimulai sejak awal

Protein hewani maupun nabati sudah boleh diperkenalkan sejak usia 6 bulan.

Kacang-kacangan dan tempe sebaiknya menunggu usia 7–8 bulan. Haluskan hingga kecil, buang lendirnya dengan air panas, dan pastikan kulitnya tidak tersisa agar tidak tersedak.

Telur, ikan, dan daging harus dimasak hingga benar-benar matang sebelum diberikan.

Hal yang Perlu Diperhatikan di Tahap Ini

Bagaimana Keseimbangan dengan ASI?

Di usia 6 bulan, sekitar 70% energi bayi masih berasal dari ASI atau susu formula. Meski MPASI sudah dimulai, ASI tetap diberikan seperti biasa. Tidak perlu menguranginya hanya karena si Kecil sudah makan.

Kalau setelah makan ia masih ingin menyusu, berikan saja seperti biasa.

Tidak Mau Makan? Tidak Apa-apa

Ada bayi yang baru mau menerima bahan baru setelah dicoba 10–15 kali. Jadi "menolak sekali" bukan berarti "bahan ini tidak cocok". Coba lagi di lain hari.

Menunjukkan pada si Kecil bahwa Mama dan Papa menikmati makanan juga sangat membantu menumbuhkan minat makannya.

---

📖 MPASI 7–8 Bulan: Tekstur, Menu, dan Jadwal Makan 📖 Tekstur Makanan Bayi Sesuai Umur 📖 Tanda-Tanda Bayi Siap Memulai MPASI

Referensi

  1. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2018.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Buku Resep Makanan Lokal untuk Bayi, Balita, dan Ibu Hamil; 2023.
  3. WHO. Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. Geneva: WHO; 2023.

Baca di Nikomogu →

Resep yang Cocok

Artikel Terkait