MPASI 7–8 Bulan: Tekstur, Menu, dan Jadwal Makan
Si Kecil mulai bisa makan 2 kali sehari! Panduan tekstur lumat, variasi menu, dan jadwal makan bayi 7–8 bulan.

"MPASI sudah dimulai sejak 6 bulan dan si Kecil mulai terbiasa. Begitu masuk 7 bulan, apa ada yang perlu diubah?"
Ya, ini saatnya naik satu tingkat. Tapi perubahannya tidak besar kok. Perlebar variasinya perlahan, mengikuti ritme si Kecil.
Usia 7–8 Bulan: Masa Belajar Melumat
Bila diamati dari perkembangan mulutnya, di usia ini bayi mulai bisa menggerakkan lidah ke kiri dan kanan untuk memindahkan makanan, lalu melumatnya dengan gusi.
Belum sempurna pun tidak masalah — ia masih dalam tahap berlatih. Perhatikan gerakan mulutnya sambil menyuapi perlahan.
Perubahan Frekuensi, Porsi, dan Tekstur
Usia 6–9 bulan umumnya masih dikelompokkan dalam satu tahap, dengan panduan sebagai berikut.
| 6 bulan | 7–8 bulan | |
|---|---|---|
| Frekuensi makan | 1–2 kali | 2–3 kali + 1–2 camilan |
| Porsi sekali makan | 2–3 sendok | hingga ½ cangkir (125 ml)<br>• Karbohidrat 50–80 g<br>• Sayur & buah 20–30 g<br>• Protein: ikan putih / ayam 10–15 g, atau tahu 30–40 g, atau 1 kuning telur / ⅓ telur utuh |
| Tekstur | Puree halus | Lumat (bisa dilumat dengan lidah) |
| Energi dari MPASI | 200 kkal/hari | tetap 200 kkal/hari |
Naik ke 2 kali makan sebaiknya setelah 1 kali makan berjalan lancar selama kurang lebih sebulan. Tidak perlu terburu-buru — lihat kesiapan si Kecil.
Patokan Tekstur: "Selembut Tahu"
Tekstur untuk usia 7–8 bulan kira-kira selembut tahu — bisa dilumat ringan antara lidah dan langit-langit mulut.
- Beralih dari puree ke tekstur yang masih menyisakan sedikit butiran (lumat)
- Rebus sayuran hingga bisa dihancurkan dengan jari
- Kalau ada hari di mana ia hanya mau tekstur halus, itu wajar saja
Perluas Variasi Bahan
Bahan baru yang bisa dicoba
- Protein: ayam cincang, ikan berdaging putih (kakap, dori), telur rebus matang (kuning telur → bertahap ke telur utuh), tahu, tempe
- Sayur & buah: bayam, brokoli, tomat (buang kulit dan bijinya), bawang bombai
- Karbohidrat: selain bubur, bisa roti tawar (tanpa kulit) dan mi dari gandum
Bahan baru tetap diberikan satu jenis per hari dalam jumlah sedikit. Amati 2–3 hari sebelum lanjut ke bahan berikutnya.
Perhatikan asupan zat besi
Setelah usia 6 bulan, zat besi dari ASI saja mulai tidak mencukupi. Masukkan bayam, hati ayam (sedikit saja), kacang-kacangan, dan daging merah cincang ke dalam menu secara sadar.
Menyajikannya bersama sayuran tinggi vitamin C akan meningkatkan penyerapan zat besinya.
Waktu dan Jadwal untuk 2 Kali Makan

Begitu masuk ke 2 kali makan, perhatikan jam makannya. Satu kali di pagi hari dan satu kali di sore hari, kira-kira pada jam yang sama setiap harinya, akan membantu ritme perut si Kecil terbentuk.
Untuk makan kedua, mulailah dari porsi yang lebih kecil dari makan pertama, lalu tingkatkan perlahan hingga setara.
Setelah MPASI, ASI tetap boleh diberikan sebanyak yang si Kecil mau. Di tahap ini sekitar ⅓ kebutuhan gizinya sudah terpenuhi dari makanan, dan seiring bertambahnya porsi MPASI, kebutuhan ASI akan berkurang dengan sendirinya.
Keluhan yang Sering Muncul di Tahap Ini
"Tiba-tiba tidak mau makan" Penurunan minat makan sangat umum terjadi di masa ini. Jangan dipaksa. Coba ganti bahannya, atau kembalikan sejenak ke tekstur sebelumnya.
"Menolak kalau ada butirannya" Ada bayi yang masih lebih suka puree. Tidak perlu memaksakan tekstur naik — tambahkan butirannya sedikit demi sedikit.
---
📖 MPASI 9–11 Bulan: Tekstur Cincang & Menu Lengkap 📖 Tekstur Makanan Bayi Sesuai Umur 📖 Panduan MPASI 6 Bulan
Referensi
- UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2018.
- Kementerian Kesehatan RI. Buku Resep Makanan Lokal untuk Bayi, Balita, dan Ibu Hamil; 2023.
- WHO. Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. Geneva: WHO; 2023.
Resep yang Cocok





