Berat Badan Bayi Tidak Naik? Ini Penyebab dan Solusi Makannya
Berat badan si Kecil stagnan? Kenali penyebabnya dan temukan solusi menu MPASI tinggi kalori dan bergizi untuk menaikkan berat badan.

"Setiap penimbangan bulanan, berat badannya tidak kunjung naik." "Rasanya anak saya lebih kecil dibanding anak seusianya." "Bingung harus bagaimana supaya gizinya tercukupi."
Banyak sekali Mama dan Papa yang menyimpan kekhawatiran seperti ini.
Kami sampaikan terus terang: berat badan yang tidak naik memang bukan hal yang boleh diabaikan. Tapi bila penyebabnya ditemukan dengan tepat dan ditangani, hampir selalu bisa diperbaiki. Mari kita telusuri bersama.
Pertama: Sebenarnya Seperti Apa "Tidak Naik" Itu?
Bentuk tubuh dan kecepatan tumbuh setiap bayi berbeda. Meski Mama merasa "anak saya kecil", bisa jadi ia masih berada dalam rentang kurva pertumbuhan yang normal.
Yang penting bukan angka berat badannya hari ini, melainkan apakah grafiknya terus naik ke kanan atas setiap bulan.
Sebagai patokan, berat badan yang tidak bertambah selama 2–3 bulan berturut-turut perlu diwaspadai. Periksa arah grafik di buku KMS setiap kali penimbangan di posyandu.
3 Penyebab Berat Badan Tidak Naik
① Gizi dari makanan belum mencukupi
Ini penyebab yang paling sering. Mari kita lihat per usia.
Di bawah 6 bulan:
- Durasi menyusu terlalu singkat atau frekuensinya kurang
- Pelekatan mulut bayi saat menyusu kurang tepat
- Produksi ASI sedikit
6 bulan ke atas:
- Setiap hari hanya diberi bubur putih polos
- Porsi dan frekuensi makannya kurang
- Nyaris tidak ada protein (daging, ikan, telur, kacang-kacangan)
1–2 tahun:
- Porsi ASI atau susu masih terlalu besar, makanan hanya 30% ke bawah
- Frekuensi dan porsi makan belum memadai
Perbandingan yang dianjurkan antara ASI dan makanan adalah sebagai berikut:
| Usia | ASI / susu | Makanan (MPASI) |
|---|---|---|
| 6–8 bulan | sekitar 70% | sekitar 30% |
| 9–11 bulan | sekitar 50% | sekitar 50% |
| 12–23 bulan | sekitar 30% | sekitar 70% |
Bila perbandingannya terbalik, coba tinjau kembali porsi dan frekuensi makannya.
② Ada gangguan pada tubuhnya
Ada kalanya sudah diberi makan banyak, tetapi gizinya tidak terserap.
Perhatikan tanda-tanda berikut:
- Sering diare
- Sering muntah setelah makan
- Mudah terkena flu
- Selalu rewel dan tampak sakit perut
Dalam kondisi ini, memeriksakan ke dokter anak adalah prioritas utama. Selama gangguan tubuhnya belum diatasi, memperbaiki makanan saja sulit membuahkan hasil.
③ Cara memberi makan dan suasananya
Bila waktu dan suasana makan tidak tertata, si Kecil tidak bisa makan sebanyak yang sebenarnya ia mampu.
- Jam makan berbeda-beda setiap hari
- Menyuapi sambil menonton TV atau di lingkungan yang ramai
- Terburu-buru ketika si Kecil makan lambat
Perut bayi punya ritmenya sendiri untuk "waktunya makan". Makan pada jam yang kurang lebih sama setiap hari, dalam suasana yang tenang, sangatlah penting.
Untuk Menaikkan Berat Badan: Pilih Bahan Padat Gizi
Untuk menaikkan berat badan, kuncinya bukan sekadar "bergizi", melainkan memilih bahan yang tinggi kalori.
Protein (wajib untuk pertumbuhan) Telur (mulai kuning telur, lalu telur utuh), hati ayam (kaya zat besi), tempe dan tahu, ikan berdaging putih lalu ikan berlemak seperti kembung
Karbohidrat (sumber energi) Nasi, ubi jalar, kentang, pisang, alpukat (kaya lemak, sekitar 160 kkal per 100 g)
Lemak (menaikkan kalori) Santan, minyak (cukup ½ sendok teh dicampur ke bubur), mentega
Kata "lemak" mungkin membuat Mama ragu, tetapi lemak justru wajib untuk perkembangan otak bayi. Berikan dalam jumlah yang tepat.
Contoh Menu Menaikkan Berat Badan per Usia
6–8 bulan (target: 200 kkal per hari dari MPASI)
| Waktu | Menu |
|---|---|
| Sarapan | Bubur (dicampur kuning telur) + pure labu kuning + menyusu |
| Makan siang | Bubur ikan berdaging putih + pure wortel + menyusu |
| Makan malam | Bubur tempe dan kentang + pure bayam + menyusu |
| Menyusu | Setelah makan dan malam hari, sebanyak yang diminta |
9–11 bulan (target: 300 kkal per hari dari MPASI)
| Waktu | Menu |
|---|---|
| Sarapan | Nasi (sedikit minyak) + hati ayam dan sayuran rebus + menyusu |
| Camilan | Pisang, alpukat |
| Makan siang | Bubur ubi jalar dan santan + suwiran ikan kembung + menyusu |
| Camilan | Tahu |
| Makan malam | Nasi tempe dan wortel + sup tahu + menyusu |
12–23 bulan (target: 550 kkal per hari dari MPASI)
| Waktu | Menu |
|---|---|
| Sarapan | Nasi + telur dadar + tumis wortel dan bayam |
| Camilan | Alpukat, pisang |
| Makan siang | Ubi jalar + ikan berdaging putih + nasi lembek |
| Camilan | 1 sendok teh selai kacang + biskuit |
| Makan malam | Nasi + hati ayam + brokoli dan labu kuning |
Yang Perlu dan Tidak Perlu Dilakukan
| ✗ Jangan | ✓ Lakukan |
|---|---|
| Terus memberi bubur putih polos saja | Lengkapi protein, karbohidrat, dan sayur setiap kali makan |
| Jam makan berbeda-beda | Beri makan pada jam yang sama setiap hari |
| Menghindari bahan tinggi kalori | Manfaatkan alpukat, santan, dan minyak |
| Menyuapi sambil menonton TV | Suasana tenang, makan bersama keluarga |
| Terburu-buru menyuapi | Hargai ritme si Kecil |
Cara Memantau Kenaikan Berat Badan
Timbang sebulan sekali di posyandu atau saat pemeriksaan, lalu catat pada grafik buku KMS. Yang penting adalah apakah grafiknya naik ke kanan atas setiap bulan.
Kapan Harus ke Dokter?
- Berat badan tidak naik selama 2–3 bulan berturut-turut
- Berat badannya justru turun
- Sering diare atau muntah
- Si Kecil tampak sangat lemas
Jangan menilai sendiri — segera konsultasikan ke dokter.
Untuk Mama dan Papa
Melihat berat badan si Kecil tidak kunjung naik, kadang muncul perasaan menyalahkan diri sendiri, "Apa ini salah saya?"
Tapi kenyataan bahwa Mama sedang mencari tahu dan menghadapinya seperti sekarang — itu sendiri sudah merupakan bentuk kasih sayang.
Setiap hari, menyiapkan makanan bergizi pada jam yang sama dan duduk bersama di meja makan. Kebiasaan kecil yang berulang itulah yang perlahan membuat tubuh si Kecil tumbuh lebih besar dan kuat. Tidak perlu terburu-buru — satu langkah demi satu langkah.
---
📖 Berapa Kali Bayi Harus Makan dalam Sehari? 📖 Panduan MPASI 6 Bulan 📖 Stunting: Apa Itu dan Cara Mencegahnya 📖 Bayi Tidak Mau Makan (GTM) 📖 Pentingnya Protein Hewani
Referensi
- UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2018.
- Kementerian Kesehatan RI. Buku Resep Makanan Lokal untuk Bayi, Balita, dan Ibu Hamil; 2023.
- WHO. Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. Geneva: WHO; 2023.
Resep yang Cocok





