BerandaArtikel › Berat Badan Bayi Tidak Naik? Ini Penyebab dan Solusi Makannya

Berat Badan Bayi Tidak Naik? Ini Penyebab dan Solusi Makannya

Nutrisi⏱ 5 menit baca

Berat badan si Kecil stagnan? Kenali penyebabnya dan temukan solusi menu MPASI tinggi kalori dan bergizi untuk menaikkan berat badan.

Berat Badan Bayi Tidak Naik? Ini Penyebab dan Solusi Makannya

"Setiap penimbangan bulanan, berat badannya tidak kunjung naik." "Rasanya anak saya lebih kecil dibanding anak seusianya." "Bingung harus bagaimana supaya gizinya tercukupi."

Banyak sekali Mama dan Papa yang menyimpan kekhawatiran seperti ini.

Kami sampaikan terus terang: berat badan yang tidak naik memang bukan hal yang boleh diabaikan. Tapi bila penyebabnya ditemukan dengan tepat dan ditangani, hampir selalu bisa diperbaiki. Mari kita telusuri bersama.

Pertama: Sebenarnya Seperti Apa "Tidak Naik" Itu?

Bentuk tubuh dan kecepatan tumbuh setiap bayi berbeda. Meski Mama merasa "anak saya kecil", bisa jadi ia masih berada dalam rentang kurva pertumbuhan yang normal.

Yang penting bukan angka berat badannya hari ini, melainkan apakah grafiknya terus naik ke kanan atas setiap bulan.

Sebagai patokan, berat badan yang tidak bertambah selama 2–3 bulan berturut-turut perlu diwaspadai. Periksa arah grafik di buku KMS setiap kali penimbangan di posyandu.

3 Penyebab Berat Badan Tidak Naik

① Gizi dari makanan belum mencukupi

Ini penyebab yang paling sering. Mari kita lihat per usia.

Di bawah 6 bulan:

6 bulan ke atas:

1–2 tahun:

Perbandingan yang dianjurkan antara ASI dan makanan adalah sebagai berikut:

UsiaASI / susuMakanan (MPASI)
6–8 bulansekitar 70%sekitar 30%
9–11 bulansekitar 50%sekitar 50%
12–23 bulansekitar 30%sekitar 70%

Bila perbandingannya terbalik, coba tinjau kembali porsi dan frekuensi makannya.

② Ada gangguan pada tubuhnya

Ada kalanya sudah diberi makan banyak, tetapi gizinya tidak terserap.

Perhatikan tanda-tanda berikut:

Dalam kondisi ini, memeriksakan ke dokter anak adalah prioritas utama. Selama gangguan tubuhnya belum diatasi, memperbaiki makanan saja sulit membuahkan hasil.

③ Cara memberi makan dan suasananya

Bila waktu dan suasana makan tidak tertata, si Kecil tidak bisa makan sebanyak yang sebenarnya ia mampu.

Perut bayi punya ritmenya sendiri untuk "waktunya makan". Makan pada jam yang kurang lebih sama setiap hari, dalam suasana yang tenang, sangatlah penting.

Untuk Menaikkan Berat Badan: Pilih Bahan Padat Gizi

Untuk menaikkan berat badan, kuncinya bukan sekadar "bergizi", melainkan memilih bahan yang tinggi kalori.

Protein (wajib untuk pertumbuhan) Telur (mulai kuning telur, lalu telur utuh), hati ayam (kaya zat besi), tempe dan tahu, ikan berdaging putih lalu ikan berlemak seperti kembung

Karbohidrat (sumber energi) Nasi, ubi jalar, kentang, pisang, alpukat (kaya lemak, sekitar 160 kkal per 100 g)

Lemak (menaikkan kalori) Santan, minyak (cukup ½ sendok teh dicampur ke bubur), mentega

Kata "lemak" mungkin membuat Mama ragu, tetapi lemak justru wajib untuk perkembangan otak bayi. Berikan dalam jumlah yang tepat.

Contoh Menu Menaikkan Berat Badan per Usia

6–8 bulan (target: 200 kkal per hari dari MPASI)

WaktuMenu
SarapanBubur (dicampur kuning telur) + pure labu kuning + menyusu
Makan siangBubur ikan berdaging putih + pure wortel + menyusu
Makan malamBubur tempe dan kentang + pure bayam + menyusu
MenyusuSetelah makan dan malam hari, sebanyak yang diminta

9–11 bulan (target: 300 kkal per hari dari MPASI)

WaktuMenu
SarapanNasi (sedikit minyak) + hati ayam dan sayuran rebus + menyusu
CamilanPisang, alpukat
Makan siangBubur ubi jalar dan santan + suwiran ikan kembung + menyusu
CamilanTahu
Makan malamNasi tempe dan wortel + sup tahu + menyusu

12–23 bulan (target: 550 kkal per hari dari MPASI)

WaktuMenu
SarapanNasi + telur dadar + tumis wortel dan bayam
CamilanAlpukat, pisang
Makan siangUbi jalar + ikan berdaging putih + nasi lembek
Camilan1 sendok teh selai kacang + biskuit
Makan malamNasi + hati ayam + brokoli dan labu kuning

Yang Perlu dan Tidak Perlu Dilakukan

✗ Jangan✓ Lakukan
Terus memberi bubur putih polos sajaLengkapi protein, karbohidrat, dan sayur setiap kali makan
Jam makan berbeda-bedaBeri makan pada jam yang sama setiap hari
Menghindari bahan tinggi kaloriManfaatkan alpukat, santan, dan minyak
Menyuapi sambil menonton TVSuasana tenang, makan bersama keluarga
Terburu-buru menyuapiHargai ritme si Kecil

Cara Memantau Kenaikan Berat Badan

Timbang sebulan sekali di posyandu atau saat pemeriksaan, lalu catat pada grafik buku KMS. Yang penting adalah apakah grafiknya naik ke kanan atas setiap bulan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan menilai sendiri — segera konsultasikan ke dokter.

Untuk Mama dan Papa

Melihat berat badan si Kecil tidak kunjung naik, kadang muncul perasaan menyalahkan diri sendiri, "Apa ini salah saya?"

Tapi kenyataan bahwa Mama sedang mencari tahu dan menghadapinya seperti sekarang — itu sendiri sudah merupakan bentuk kasih sayang.

Setiap hari, menyiapkan makanan bergizi pada jam yang sama dan duduk bersama di meja makan. Kebiasaan kecil yang berulang itulah yang perlahan membuat tubuh si Kecil tumbuh lebih besar dan kuat. Tidak perlu terburu-buru — satu langkah demi satu langkah.

---

📖 Berapa Kali Bayi Harus Makan dalam Sehari? 📖 Panduan MPASI 6 Bulan 📖 Stunting: Apa Itu dan Cara Mencegahnya 📖 Bayi Tidak Mau Makan (GTM) 📖 Pentingnya Protein Hewani

Referensi

  1. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2018.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Buku Resep Makanan Lokal untuk Bayi, Balita, dan Ibu Hamil; 2023.
  3. WHO. Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. Geneva: WHO; 2023.

Baca di Nikomogu →

Resep yang Cocok

Artikel Terkait