Berapa Kali Bayi Harus Makan dalam Sehari?
Frekuensi makan bayi per hari berdasarkan usia — 6 bulan, 7–8 bulan, 9–11 bulan, hingga 1 tahun, lengkap dengan panduan menyusuinya.

"Apa sudah boleh naik ke 2 kali makan?" "Kalau sudah 3 kali, ASI-nya bagaimana?"
Selama menjalani MPASI, pertanyaan soal frekuensi makan seolah tidak ada habisnya. Jumlah makan, porsi, dan keseimbangan dengan menyusui berubah setiap kali si Kecil bertambah usia. Mari kita rapikan semuanya di sini.
Panduan Frekuensi Makan dan Menyusui per Usia
| Usia | Frekuensi makan | Camilan | Porsi sekali makan | Menyusui |
|---|---|---|---|---|
| 6–8 bulan | 2–3 kali | 1–2 kali | 2–3 sendok → hingga 125 ml (½ cangkir) | Setelah makan, sebanyak yang diminta |
| 9–11 bulan | 3–4 kali | 1–2 kali | Sekitar ½ cangkir (125 ml) | Setelah makan, sebanyak yang diminta |
| 12–23 bulan | 3–4 kali | 1–2 kali | Sekitar ¾–1 cangkir (187–250 ml) | Saat diminta |
| 1,5 tahun ke atas | 3 kali | 2 kali | Disisihkan dari masakan keluarga (versi lembut) | Sesuai kebutuhan |
Angka "frekuensi" ini hanyalah panduan. Setiap bayi punya nafsu makan dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Jangan terburu-buru — perhatikan dulu apakah ia sudah makan dengan baik pada frekuensi yang sekarang.
6–8 Bulan: Dari 1 Kali Menjadi 2–3 Kali


Tepat setelah memulai di usia 6 bulan, cukup 1 kali sehari. Bila dalam 2–4 minggu pertama ia sudah terbiasa makan, naikkan ke 2 kali sehari.
Waktu makannya diberikan sebelum menyusu. Beri jarak 3–4 jam dari waktu menyusu sebelumnya agar ia lebih berselera. Menjaga jam makan tetap sama setiap hari akan membantu ritme perutnya terbentuk.
Untuk makan kedua, mulailah dari porsi yang lebih kecil daripada makan pertama, lalu tambahkan perlahan sambil melihat reaksinya.
Menyusui di tahap ini: boleh diberikan sebanyak yang ia mau setelah makan. Sekitar 70–80% energinya masih berasal dari ASI atau susu formula. Tidak perlu menguranginya hanya karena si Kecil sudah makan.
9–11 Bulan: Naik ke 3–4 Kali

Bila 2 kali makan sudah stabil, naikkan ke 3 kali makan. Mendekatkan jadwalnya dengan jam makan orang dewasa (pagi, siang, sore) akan membuat ritme hariannya lebih tertata.
Namun, usahakan selesai sebelum pukul 8 malam. Makan terlalu larut membebani pencernaan.
Makan ketiga dimulai dari porsi kecil. Setelah terbiasa, tambahkan hingga setara dengan waktu makan lainnya. Sisipkan juga 1–2 kali camilan untuk melengkapi energi hariannya.
Menyusui di tahap ini: tetap boleh sebanyak yang ia mau setelah makan. Seiring bertambahnya porsi makan, jumlah menyusu akan berkurang dengan sendirinya.
12–18 Bulan: Menuju Meja Makan Keluarga

Setelah usia 1 tahun, 3 kali makan (pagi, siang, sore) menjadi pola dasarnya. Karena 3 kali makan saja sering belum mencukupi energinya, sisipkan 1–2 kali camilan — sekitar pukul 10 pagi dan pukul 3 sore.
Idealnya ia makan di meja yang sama dan pada jam yang sama dengan orang dewasa. Suasana keluarga yang berkata "enak ya" sambil makan bersama akan menumbuhkan semangat makannya.
Targetkan lebih dari 80% kebutuhan gizinya terpenuhi dari makanan.
Menyusui di tahap ini: menyusui dianjurkan diteruskan setidaknya hingga usia 2 tahun. Bila setelah 1 tahun si Kecil masih ingin menyusu, lanjutkan saja.
1,5 Tahun ke Atas: Ritme Makanan Balita

Menjelang usia 1,5 tahun (18 bulan), pola makannya biasanya sudah mantap di 3 kali makan + 2 kali camilan. Waktu bangun dan tidurnya pun mulai stabil, sehingga ritme hariannya semakin tertata.
Anggap camilan bukan sebagai "jajanan", melainkan sebagai makan ke-4 dan ke-5. Pilih yang bisa melengkapi gizinya: buah, nasi kepal kecil, stik sayuran, atau biskuit. Yang penting, tentukan jumlah dan waktunya.
Kapan Waktunya Menambah Frekuensi?
"Apa masih terlalu cepat?" "Apa sudah boleh ditambah?" — keraguan seperti ini wajar. Gunakan patokan berikut.
Tanda boleh ditambah:
- Makanan pada frekuensi sekarang selalu dihabiskan dengan stabil
- Ia terlihat senang saat waktu makan dan aktif tertarik pada makanan
- Terlihat masih kurang bila hanya diberi ASI atau susu formula
Tanda sebaiknya menunggu:
- Sering tidak menghabiskan separuh porsi pun
- Kondisi tubuhnya sedang kurang fit atau rewel berhari-hari
Bila ragu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan seperti bidan, dokter anak, atau petugas posyandu.
Ada yang Lebih Penting daripada Frekuensi
Angka frekuensi dan porsi hanyalah acuan. Yang jauh lebih penting adalah membuat si Kecil merasa waktu makan itu menyenangkan.
Tidak harus habis setiap kali. Yang hari ini ditolak, besok mungkin dimakan. Coba lihat keseimbangannya dalam rentang satu minggu — sering kali ternyata gizinya sudah cukup terpenuhi.
Tidak perlu terburu-buru. Ritme si Kecil adalah yang terbaik.
---
📖 Tanda-Tanda Bayi Siap Memulai MPASI 📖 Panduan MPASI 6 Bulan 📖 MPASI 7–8 Bulan 📖 MPASI 9–11 Bulan 📖 MPASI 1 Tahun–1,5 Tahun 📖 Tekstur Makanan Bayi Sesuai Umur
Referensi
- UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2018.
- Kementerian Kesehatan RI. Buku Resep Makanan Lokal untuk Bayi, Balita, dan Ibu Hamil; 2023.
- WHO. Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. Geneva: WHO; 2023.
Resep yang Cocok





